smpit ihsanul fikri
Selasa, 28 November 2023 11:25 WIB

SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid - Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 dan Hari Ulang Tahun ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), lebih dari lima ribu guru di Kabupaten Magelang mengikuti upacara di Lapangan drh. Soepardi Mungkid, Sabtu (25/11).
Pada hari yang sama, diselenggarakan pula malam resepsi Pagelaran Wayang Kulit di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husain, S.E., MM., mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para guru yang telah membawa siswa dan sekolahnya mencapai prestasi. Diumumkan pula peringkat sekolah dengan jumlah perolehan penghargaan terbanyak baik dari lingkup provinsi, nasional, maupun internasional.
Berikut daftar prestasi selama tiga tahun terakhir.
Prestasi Tahun 2021
Prestasi Tahun 2022
Prestasi Tahun 2023
Sementara itu, prestasi siswa pada tahun 2023 dalam berbagai tingkat ialah sebagai berikut.
Ratusan prestasi tersebut membawa SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid dinobatkan menjadi Peringkat 1 penyumbang penghargaan siswa berprestasi terbanyak level SMP se-Kabupaten Magelang. Peringkat 2 diperoleh SMP Muhammadiyah Plus Muntilan, peringkat 3 diduduki oleh SMPN 1 Salaman dan SMPN 1 Muntilan. Hal ini tentunya tidak bisa didapatkan dengan proses yang mudah. Penghargaan ini merupakan buah dari doa, kerja keras, serta kolaborasi antara guru dan siswa melalui berbagai program dan inovasi.
Tentu saja prestasi ini sangat membanggakan, karena siswa-siswi telah mengukir nama baik SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid di Tingkat Kabupaten Magelang. Di sisi lain, sekolah menjadi memiliki tanggung jawab dan tantangan yang baru, yaitu mempertahankan bahkan meningkatkan pencapaian yang sudah diperoleh ini.
Prestasi ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk bekerja lebih keras lagi, karena pasti masih ada ruang-ruang sisa kesempatan yang masih bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi di semua bidang.
Harapannya, prestasi yang demikian dapat meningkat. Menurut Pak Khanif, ada satu hal yang harus ditekankan pada siswa, yang harus dijadikan landasan dan menjadi ruh dalam diri, bahwa jangan sampai para siswa menjadi sombong dengan prestasinya, jangan sampai berbangga diri, jangan merasa besar dengan perolehannya dalam hal apapun. Itulah yang harus ditanamkan, kalau sudah memiliki perasaan ‘merasa’ itulah yang membuat tidak ada lagi motivasi, lalu tidak akan meng-upgrade diri menjadi lebih baik lagi, tidak ada tantangan untuk berjuang lebih keras lagi.
Maka dari itu, seluruh guru diharapkan untuk terus memberikan semangat, bimbingan, dan dorongan kepada para siswa. Memotivasi siswa agar dapat melakukan lompatan lebih jauh, teriakan yang lebih keras lagi, dan juga menghadapi masalah, persoalan dan tantangan dengan lebih yakin. Selalu memastikan dan memberikan pengertian kepada siswa untuk selalu bersyukur dan mengingat, bahwa semua yang diperoleh bukan murni hasil jerih payah mereka. Melainkan ada campur tangan Allah yang bermain di sana. Tidak lupa pula, Pak Khanif juga berpesan kepada para siswa agar selalu berpikir positif dan mengatakan ‘bisa’ pada dirinya.